PKN , alasan penolakan, dan suara yang tak penting
Disaat kisruh tentang Pekan Kondom Nasional, seorang sahabat memposting status pada jejaring sosialnya, "bahwa penolakan masyarakat akan Pekan Kondom Nasional bisa jadi karena ketidakpahaman masyarakat". Saya tergelitik iseng mengeomentari, "Saya tidak setuju dengan PKN". Kemudian sahabat ini menjawab "ketidak setujuan saya tidak mengubah apapun". Sungguh saya sedikit terdiam, bisa jadi memang penolakan saya tidak mengubah apapun, bisa jadi suara ketidak setujuan saya tidak berati apa. Mungkin bisa jadi suara saya hanya kalangan minor saja, mungkin bisa jadi karena saya bukan siapa - siapa. Bukan seorang aktifis, mau pun tokoh pergerakan, atau bergelut dengan dunia sosial. Dibandingkan dengan rekam jejak aktifitas sahabat saya ini, sungguh lah bagaikan langit dan bumi. Tapi apakkah suara suara minor tidak berati apa-apa?. sungguhnya Anda
salah.
Pertama ada alasan tertentu mengapa saya menolak PKN, saya bersimpati dengan orang yang terjangkit AIDS/HIV, saya setuju dengan pencegahan penularan AIDS/HIV.Tanpa mengenyampingkan niat dan tujuan untuk mengurangi angka penyebaran penyakit HIV/AIDS, cara membagi-bagikan kondom gratis (oleh Komisi Penanggulangan AIDS Nasional) adalah sebuah langkah terakhir, jika tidak dibilang naif, justru yang terpenting adalah untuk tidak memberikan kesempatan untuk melakukan seks bebas. Apapun maksud dan tujuannya, PKN (dalam hal ini pembagian kondom) adalah sebuah langkah yang saya tentang, saya tolak habis habis, bukan hanya menurut saya ini adalah upaya melegalkan hubungan sex bebas, yang jelas - jelas menurut agama yang saya anut adalah sebuah dosa besar. Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang jelek" (Q. S. Al Isra 32).
Bahkan dalam langkah langkah pencegahan AIDS/HIV, Kondom adalah sebuah jalan terkahir. Pencegahan AIDS/HIV, sebenarnya sudah dibuat rule map nya dalam hal ini dikenal dengan "ABC Guidance" (di Indonesia dikenal dengan ABCD) , ABC Guidance yang berarti :
"Abstinence – Tidak berhubungan seks (selibat)" dalam hal ini pencegahan pertama adalah tidak sembarang berhubungan sex (sex bebas)
"Be Faithful – Selalu setia pada pasangan" dan yang terakhir adalah
"Condom – Gunakan kondom di setiap hubungan seks berisiko", untuk indonesia ditambah dengan
"Drugs – Jauhi narkoba".
Sudah jelas tertera bahwa kondom adalah solusi terakhir,bahkan digariskan dengan peringatan untuk hubungan seks yang berisiko. Jauh lebih baik untuk tidak memberikan kesempatan untuk melakukan seks bebas. justru, dengan membagi-bagikan kondom - apalagi penyebaran tersebut rentan salah sasaran - hanya akan memudahkan peluang untuk melakukan seks bebas. Sekali lagi, peringatan hari anti HIV/AIDS harus dijalankan sesuai tujuan. Jangan terjebak dengan cara yang justru membuat jalan menempuh tujuan menjadi bias. Negara yang beradab itu mencegah maksiat bukan memfasilitasi maksiat.
Lalu apakah suara minor tidak berpengaruh apa-apa, sungguhnya pernyataan ini adalah sebuah kenaifan belaka, satu suara mungkin bisa jadi belum berati untuk saat ini, tapi siapa yang dapat meramalkan satu tahun kedepan, 5 tahun kedepan, atau bahkan 10 tahun kedepan, satu suara atau suara minoritas ini bisa menjadi suara mayoritas, saya tidak berbicara sembarangan, sungguh jika suara - suara penolakan, suara minoritas, tidak dikelolah dengan baik, tidak diapresiasi, tidak didengar kan, suatu saat ia bisa menjadi mayoritas, sudah banyak buktinya bukan.
ah mungkin saya yang terlalu naif dan berandai-andai, biarlah suatu suara penolakan PKN ini hanya milik saya, biarlah ini tidak berarti apa-apa, apalah saya bukan ?. Biar lah penolakan saya tetap menjadi pendirian saya,buakn karena saya tidak mau mengikuti suara mayoritas, tapi pendirian saya, lebih kepada kepentingan untuk masa depan keluarga saya. Lalu siapa tahu keluarga kecil saya akan ikut serta dengan pendirian saya. Maka dengan ini sudah bertambah juga suara penolakan PKN, Bukan.
Percaya lah kebenaran pasti menang, walau sekecil apa pun, dan walau diwaktu yang akan datang.
jangan pernah meremehkan suara minor, walau ia bukan siapa-siapa
Sebuah lirik lagu sangat mewakili semangat tentang suara minor yang terabaikan
"Coretan dinding membuat resah
Resah hati pencoret Mungkin ingin tampil
Tapi lebih resah pembaca coretannya
Sebab coretan dinding
Adalah pemberontakan kucing hitam
Yang terpojok ditiap tempat sampah, ditiap kota
Cakarnya siap dengan kuku kuku tajam
Matanya menyala mengawasi gerak musuhnya
Musuhnya adalah penindasYang menganggap remeh coretan dinding kota
Coretan dinding terpojok di tempat sampah
Kucing hitam dan penindas sama sama resah"
Iwan Fals Coretan Dinding
ahmed
hamba sahaja
penikmat es teh manis dikala hujan
liverpool 2-2 Aston Villa
Sumber Literatur
PKN akhirnya dihentikan, "Kita berhasil " :) Selamat! pekan kondom 2013 telah dihentikan. semoga tahun berikutnya tidak ada lagi penceradasan Aids yang semacam pekan kondom.(dengan 3.513 pendukung)>> http://www.change.org/id/petisi/komisi-penanggulangan-aids-nasional-hentikan-pekan-kondom-nasional-di-indonesia
Menkes dan PKN
http://nasional.sindonews.com/read/2013/12/02/15/812461/kemenkes-pekan-kondom-nasional-bukan-program-pemerinta
hhttp://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2013/12/131203_pekankondom.shtml
ABC Guidance
http://www.state.gov/documents/organization/57241.pdfhttp://www.aidsindonesia.or.id/contents/37/78/Info-HIV-dan-AIDS#sthash.EUwKTld8.dpbs
http://promkes.depkes.go.id/site/akubanggaakutahu/tips-untuk-mencegah-virus-hiv-aids/
http://en.wikipedia.org/wiki/Abstinence,_be_faithful,_use_a_condom
http://whqlibdoc.who.int/publications/2011/9789241501651_eng.pdf?ua=1
contoh suara minor
Revolusi Tunisia
Rangkaian unjuk rasa ini dimulai Desember 2010 setelah seorang pedagang buah dan sayur membakar dirinya sendiri sesudah polisi menyita dagangannya dengan alasan tidak memiliki izin
http://id.wikipedia.org/wiki/Revolusi_Tunisia
http://id.wikipedia.org/wiki/Kebangkitan_dunia_Arab
salah.
Pertama ada alasan tertentu mengapa saya menolak PKN, saya bersimpati dengan orang yang terjangkit AIDS/HIV, saya setuju dengan pencegahan penularan AIDS/HIV.Tanpa mengenyampingkan niat dan tujuan untuk mengurangi angka penyebaran penyakit HIV/AIDS, cara membagi-bagikan kondom gratis (oleh Komisi Penanggulangan AIDS Nasional) adalah sebuah langkah terakhir, jika tidak dibilang naif, justru yang terpenting adalah untuk tidak memberikan kesempatan untuk melakukan seks bebas. Apapun maksud dan tujuannya, PKN (dalam hal ini pembagian kondom) adalah sebuah langkah yang saya tentang, saya tolak habis habis, bukan hanya menurut saya ini adalah upaya melegalkan hubungan sex bebas, yang jelas - jelas menurut agama yang saya anut adalah sebuah dosa besar. Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang jelek" (Q. S. Al Isra 32).
Bahkan dalam langkah langkah pencegahan AIDS/HIV, Kondom adalah sebuah jalan terkahir. Pencegahan AIDS/HIV, sebenarnya sudah dibuat rule map nya dalam hal ini dikenal dengan "ABC Guidance" (di Indonesia dikenal dengan ABCD) , ABC Guidance yang berarti :
"Abstinence – Tidak berhubungan seks (selibat)" dalam hal ini pencegahan pertama adalah tidak sembarang berhubungan sex (sex bebas)
"Be Faithful – Selalu setia pada pasangan" dan yang terakhir adalah
"Condom – Gunakan kondom di setiap hubungan seks berisiko", untuk indonesia ditambah dengan
"Drugs – Jauhi narkoba".
Sudah jelas tertera bahwa kondom adalah solusi terakhir,bahkan digariskan dengan peringatan untuk hubungan seks yang berisiko. Jauh lebih baik untuk tidak memberikan kesempatan untuk melakukan seks bebas. justru, dengan membagi-bagikan kondom - apalagi penyebaran tersebut rentan salah sasaran - hanya akan memudahkan peluang untuk melakukan seks bebas. Sekali lagi, peringatan hari anti HIV/AIDS harus dijalankan sesuai tujuan. Jangan terjebak dengan cara yang justru membuat jalan menempuh tujuan menjadi bias. Negara yang beradab itu mencegah maksiat bukan memfasilitasi maksiat.
Lalu apakah suara minor tidak berpengaruh apa-apa, sungguhnya pernyataan ini adalah sebuah kenaifan belaka, satu suara mungkin bisa jadi belum berati untuk saat ini, tapi siapa yang dapat meramalkan satu tahun kedepan, 5 tahun kedepan, atau bahkan 10 tahun kedepan, satu suara atau suara minoritas ini bisa menjadi suara mayoritas, saya tidak berbicara sembarangan, sungguh jika suara - suara penolakan, suara minoritas, tidak dikelolah dengan baik, tidak diapresiasi, tidak didengar kan, suatu saat ia bisa menjadi mayoritas, sudah banyak buktinya bukan.
ah mungkin saya yang terlalu naif dan berandai-andai, biarlah suatu suara penolakan PKN ini hanya milik saya, biarlah ini tidak berarti apa-apa, apalah saya bukan ?. Biar lah penolakan saya tetap menjadi pendirian saya,buakn karena saya tidak mau mengikuti suara mayoritas, tapi pendirian saya, lebih kepada kepentingan untuk masa depan keluarga saya. Lalu siapa tahu keluarga kecil saya akan ikut serta dengan pendirian saya. Maka dengan ini sudah bertambah juga suara penolakan PKN, Bukan.
Percaya lah kebenaran pasti menang, walau sekecil apa pun, dan walau diwaktu yang akan datang.
jangan pernah meremehkan suara minor, walau ia bukan siapa-siapa
Sebuah lirik lagu sangat mewakili semangat tentang suara minor yang terabaikan
"Coretan dinding membuat resah
Resah hati pencoret Mungkin ingin tampil
Tapi lebih resah pembaca coretannya
Sebab coretan dinding
Adalah pemberontakan kucing hitam
Yang terpojok ditiap tempat sampah, ditiap kota
Cakarnya siap dengan kuku kuku tajam
Matanya menyala mengawasi gerak musuhnya
Musuhnya adalah penindasYang menganggap remeh coretan dinding kota
Coretan dinding terpojok di tempat sampah
Kucing hitam dan penindas sama sama resah"
Iwan Fals Coretan Dinding
ahmed
hamba sahaja
penikmat es teh manis dikala hujan
liverpool 2-2 Aston Villa
Sumber Literatur
PKN akhirnya dihentikan, "Kita berhasil " :) Selamat! pekan kondom 2013 telah dihentikan. semoga tahun berikutnya tidak ada lagi penceradasan Aids yang semacam pekan kondom.(dengan 3.513 pendukung)>> http://www.change.org/id/petisi/komisi-penanggulangan-aids-nasional-hentikan-pekan-kondom-nasional-di-indonesia
Menkes dan PKN
http://nasional.sindonews.com/read/2013/12/02/15/812461/kemenkes-pekan-kondom-nasional-bukan-program-pemerinta
hhttp://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2013/12/131203_pekankondom.shtml
ABC Guidance
http://www.state.gov/documents/organization/57241.pdfhttp://www.aidsindonesia.or.id/contents/37/78/Info-HIV-dan-AIDS#sthash.EUwKTld8.dpbs
http://promkes.depkes.go.id/site/akubanggaakutahu/tips-untuk-mencegah-virus-hiv-aids/
http://en.wikipedia.org/wiki/Abstinence,_be_faithful,_use_a_condom
http://whqlibdoc.who.int/publications/2011/9789241501651_eng.pdf?ua=1
contoh suara minor
Revolusi Tunisia
Rangkaian unjuk rasa ini dimulai Desember 2010 setelah seorang pedagang buah dan sayur membakar dirinya sendiri sesudah polisi menyita dagangannya dengan alasan tidak memiliki izin
http://id.wikipedia.org/wiki/Revolusi_Tunisia
http://id.wikipedia.org/wiki/Kebangkitan_dunia_Arab
